Dec 15, 2012

we are never alone


“Adoi, lepas satu, satu masalah timbul.”“Alah, fail lagi. Bila nak pass ni?”“Eeeee….penatlah!!! Buat ini salah, buat itu salah. Semua orang tak faham aku. Stress!!!!“Arrgghhhh!!! Buat hal la pulak laptop ni. Kalau nak rosak pun tunggu la awal bulan.”“Ish!!! Susahnya….. Malas ar… tidor lagi bagus…Zzzzz….”
Pernah dengar ayat-ayat macam ni? Ke pernah keluar daripada mulut sendiri? Kenapa ye?

Inilah kehidupan…..

Kehidupan memang tak pernah lekang daripada masalah atau lebih tepat lagi ujian. Itu lumrah hidup. Semua orang ada masalah. Tak kira muda, tua, kaya, miskin, hitam, putih, semuanya diuji dengan masalah-masalah tersendiri. Terpulanglah kepada setiap individu itu untuk menilai sesuatu ujian itu dan pendekatan manakah yang hendak diambil untuk menghadapi sesuatu ujian tersebut. 

Okay…ayat skema  :)

Baiklah. Jom kita sembang-sembang santai. Okay. Sekarang, cuba kita bayangkan kembali saat-saat kita betul-betul dalam kesusahan dan kesedihan. Saat-saat ketika banyaknya air mata kita yang jatuh membasahi bumi. Saat-saat ketika kita hampir-hampir putus asa atau mungkin sudah pun putus asa. Cuba bayangkan apa perasaan kita masa itu. Mesti kita rasa berat sangat ujian yang Allah bagi dekat kita. Kita rasa terbeban sangat. Kita rasa tak mampu untuk menghadapinya. Kita rasa kita tak cukup kuat. Mungkin ketika itu, kita terlupa ayat-ayat cinta daripada Allah. Kita terlupa tentang surat cinta yang Allah hadiahkan kepada kita. Jom kita lihat:

''Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya''(2:286)

Kalau kita betul-betul beriman dengan ayat ini, betul-betul yakin dengan janji Allah yang ini, sudah tentu kita boleh menghadapi sesuatu ujian itu dengan tenang. Sebab kita tahu kita sebenarnya cukup kuat untuk menghadapinya. Kita tahu bahawa Allah tak akan membebani kita dengan sesuatu yang kita tak mampu.






Jadi, kalau kita ditimpa dengan sesuatu ujian, yakinlah bahawa kita mampu menghadapinya. Cari kekuatan itu, kuatkan diri dan serahkan segalanya kepada Allah.
Dan yakinlah bahawa Allah tak pernah tinggal kita. Kita tak pernah berseorangan dalam menghadapi sesuatu ujian, sebabnya dalam kesusahan dan kesempitan, pertolongan Allah sentiasa mengiringi kita. 

''Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.'' (94:5-6)

Cuba hayati ayat ini betul-betul. Dapat rasa tak seolah-olah Allah sedang memujuk kita? Allah sedang bagi semangat kepada kita. Allah nak tenangkan kita. Allah cakap di sebalik kesulitan,kepayahan dan kesusahan itu, Allah berikan kemudahan kepada kita. Malah, kemudahan yang Allah bagi melebihi kesulitan yang kita hadapi. Dua kali pulak tu Allah sebut.  Tak cukup yakin lagikah kita?
Allah sentiasa ada bersama kita. Allah sangat dekat dengan kita. Buktinya?

'' Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu(Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaku. ......''(2:186)

''Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. ''(50:16)

Kalau ada apa-apa masalah, mengadu dekat Allah. Menangis dekat Allah. Bersungguh-sunguh berdoa mohon pertolongan dan kekuatan daripada Allah. Dan yakinlah bahawa Allah tak pernah mensia-siakan doa kita. Allah tak pernah kecewakan kita. Allah sentiasa bagi yang terbaik untuk kita. Betapa sayangnya Allah kepada kita kan? Sesuai dengan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah.

Allah tahu je kita letih, Allah tahu je kita penat, Allah tahu je kita sedih. Allah Maha Mengetahui. Di sebalik keletihan, kepenatan dan kesedihan kita, ingatlah yang kita tak berseorangan. Kita tak pernah ditinggalkan. Kita sentiasa dalam perlindungan Allah. Di sinilah pentingnya konsep tawakal itu. Konsep kebergantungan kita kepada Allah. Yakinlah sesungguhnya Allah sangat sayangkan kita. Semua ujian dan dugaan yang Allah bagi kepada kita adalah tarbiyah(didikan) daripada Allah untuk menjadikan kita orang yang lebih baik, orang yang lebih hebat dan orang yang lebih dekat dengan-Nya.  Betapa indahnya perasaan kebergantungan kepada Allah.

'' Cukuplah Allah(menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.''(3:173)

Mari kita dengar zikir ini…insyaAllah sangat menenangkan.

Cukuplah Allah bagiku,Sebaik-baik Pelindung,Sebaik-baik Penjaga,
Sebaik-baik Penolong.

Penulis:

Pelajar perubatan tahun ke 4
Medical University of Warsaw 

Dec 10, 2012

SIRAMAN HATI

Agama ini kukuh dan kuat.  Masukilah dengan lemah lembut, dan jangan sampai timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi)

Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.

Seperti halnya tanaman, rohani memerlukan siraman.
Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah lepas dari kebergantungan dengan air. Siraman air menjadi energy baru buat pohon. Dari energy itulah pohon mengukuhkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.

Seperti itu pula siraman rohani buat hati manusia. Tanpa kesegaran rohani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tiada keteduhan, apalagi buah yang boleh dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.

Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakkan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, serangga dan sebagainya.

Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “(iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.“

Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)

Siapapun kita, ada masa lengahnya

Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika rohani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.

Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.

Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Fikiran dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.

Allah swt. berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.” (Al-Jatsiyah: 23)

Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya

Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bezanya, nafsu orang yang beriman lebih terkendali dan terawat. Namun, kelengahan boleh memberikan peluang buat nafsu untuk  tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.

Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan shalat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak upaya pencucian, kotoran pun boleh lenyap: warna dan baunya.

Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.“

Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah pengangkat sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.

Sekecil apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya
Satu hal yang bisa menyegarkan kesadaran ruhani adalah pemahaman bahwa apa pun yang dilakukan manusia akan punya balasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.

Firman Allah swt., “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zilzaal: 7-8)

Pemahaman inilah yang senantiasa membimbing hamba Allah untuk senantiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran: 191)






Penulis:


Khairul Hanan
Pelajar Perubatan Tahun 6
Medical University of Warsaw

Dec 9, 2012

Tauhid..

Mengimani kalimah (tauhid) ini dengan kekuatan yang besar mendidik manusia untuk mempunyai keazaman, maju ke depan, sabar, tetap pendirian dan tawakkal dalam mengusahakan perbuatan-perbuatan besar di dunia ini untuk memperoleh keredhaan Allah.
Ia mempunyai keyakinan yang sempurna bahawa di belakangnya berdiri kekuatan Pemilik langit dan bumi, yang menolong dan membimbing tangannya pada setiap perjalanan yang ditempuhinya.
Ketetapan sikapnya, keteguhan dan kekerasannya yang diperolehnya dari keyakinan ini, tidak kurang daripada ketetapan, keteguhan dan kekerasan gunung. Setiap musibah dunia dan setiap kekuatan yang tidak biasa hampir-hampir tidak dapat menyimpangkannya daripada tekad keazamannya.
- Sayyid Abu al-Ala al-Maududi @ Asas-asas Islam -


Asas-asas Islam: Fasal 4 (samb.)

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Minggu lalu kita telah bincangkan sehingga bahagian Iman kepada Malaikat.
InshaAllah kali ini kita akan habiskan ringkasan AAI fasal 4 ini.


1. Setelah beriman kepada para malaikat, perkara ketiga yang dituntut untuk kita imani ialah kepada kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah swt.

i. Hendaklah percaya bahawa semua kitab yang datang dari sisi Allah taala itu benar, sama ada yang kita dapat berita mengenainya ataupun tidak.

ii. Antara kitab yang kita tahu tentang penurunannya adalah lembaran-lembaran Ibrahim (as), Taurat, Injil, Zabur, dan al-Quran.

iii. Lembaran-lembaran Ibrahim (as) tidak lagi wujud di dunia kini.

iv. Taurat & Injil pula telah banyak diubah sehingga tidak diketahui lagi dari mana asalnya ayat-ayat tersebut, dari Allah, atau sekadar rekaan manusia.

v. Al-Quran adalah kita terakhir yang turun dari sisi Allah taala.

vi. Al-Quran merupakan satu-satunya kitab yang tinggal dalam keadaan aslinya di tangan manusia. Kitab-kitab yang turun sebelum al-Quran telah lesap, dan hanya terjemahan yang tinggal.

vii. Selain al-Quran, kitab-kitab lain yang ada pada manusia tidak dapat diteliti sejarahnya. Berbeza dengan al-Quran yang dapat dipastikan dan dibuktikan oleh saksi-saksi sejarah bagi setiap ayat.

viii. Beriman kepada kitab-kitab dari sisi Allah selain al-Quran merupakan sekadar pembenaran sahaja. Ertinya kita percaya bahawa kitab-kitab itu asalnya diturunkan oleh Allah.

ix. Setiap lafaz dalam al-Quran adalah terpelihara dan mengikut perintah-perintahnya adalah wajib bagi setiap orang yang beriman.



2. Iman akan para Rasul

i.  Seluruh ummat di muka bumi ini telah didatangi oleh Rasul-rasul Allah, untuk menyeru mereka kepada Islam. Dan penutupnya, manusia diseru oleh Nabi Muhammad (saw)

ii. Barang siapa membenarkan seorang daripada mereka bermakna membenarkan mereka seluruhnya, dan barang siapa mendustakan seorang daripada mereka bermakna mendustakan mereka seluruhnya.

iii. Ini kerana semua Rasul yang diutuskan oleh Allah membawa kebenaran yang sama, iaitu mentauhidkan Allah.

iv. Rasul-rasul yang dikisahkan di dalam al-Quran, wajiblah kita mempercayai mereka secara tegas. Manakala yang tidak dikisahkan, kita disuruh mengimani bahawa adanya para Rasul yang ditutuskan Allah bagi umat manusia ini.

v. Nabi Muhammad diutuskan kepada seluruh alam, hingga kepada Hari Kiamat.

vi. Barangsiapa mengikut Nabi Muhammad, sesungguhnya ia telah mengikut para Nabi seluruhnya.



3. Iman akan Hari Akhirat

i. Alam dan segala makhluk akan hancur pada satu hari yang dipanggil Hari Kiamat.

ii. Semua manusia akan dihidupkan semula dan dikumpulkan.

iii. Kemudian semua manusia akan dihadapkan di hadapan mahkamah Allah untuk dihisab.

iv. Mereka yang diampuniNya akan di masukkan ke dalam Jannah, mereka yang dihukum akan dimasukkan ke dalam api.

v. Seseorang yang tidak mengimani hari akhirat, dia akan melihat iman kepada Allah serta mengikuti perintahNya sebagai satu perbuatan yang tidak bermanfaat.

vi. Ini kerana dia tidak dapat melihat faedah dan kebaikan yang dia akan terima apabila melaksanakan perintah Allah.

vii. Adapun mereka yang beriman pada hari Akhirat, dia akan terus melakukan segala perintah Allah, dan tinggalkan larangannya walaupun dengan melakukan demikian tidak akan memberi kebaikan, malah boleh menyebabkan kerugian baginya di dunia ini.

viii. Ini kerana ia yakin bahawa apabila dunia ini hancur, segala perbuatannya akan mendapat balasan, yang baik mahupun jahat.

ix. Di dunia sekarang terdapat tiga jenis kefahaman mengenai pengakhiran hidup.
a. Golongan yang menyatakan tidak wujudnya kehidupan selepas kematian. Jasad akan hancur di dalam tanah dan itulah pengakhirannya. Ini adalah kefahaman dan aqidah seorang mulhid atau atheis.
b. Golongan yang menyatakan manusia setelah matinya akan dihidupkan semula di dunia ini, menjadi sama ada manusia, haiwan, tumbuh-tumbuhan. Semuanya bergantung kepada amalnya di dunia.
c. Golongan yang beriman akan Hari Akhirat, berkumpul, hadir di hadapan Allah, dan mengimani pembalasanNya ke atas manusia. Inilah aqidah yang diajarkan oleh seluruh para Nabi.



4. Dibincangkan dalam fasal 4 ini, aqidah yang merupakan asas pembinaan Islam.

5. Kesemua yang dibincangkan ini tersimpul di dalam kalimah "Tiada Tuhan melainkan Allah, Muhammad itu utusan Allah".


Sekian sahaja ringkasan bahagian kedua fasal 4 daripada buku Asas-asas Islam ini.
Moga memberi manfaat.

Moga Allah redho
Allahualam
Jazakumullah khair



Penulis:
Shahida Zahar
Pelajar Perubatan Tahun 4
Medical University of Warsaw

Dec 8, 2012

The best therapeutic drug in the universe!

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, 
maka sesungguhnya Aku dekat. 
Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.
Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) -Ku dan beriman kepada-Ku,agar mereka memperoleh kebenaran.

(2: 186)


Mechanism of action:
Memenuhi seruan Allah dan yakin kepada Allah --> dapat petunjuk --> iman bertambah ---> berdoa (bertawakal kepada Allah) --> Allah makbulkan doa



Therapeutic use:
Supaya doa dimakbulkan oleh Allah.



Therapeutic spectrum:
  1. Orang yang TAAT
  2. Orang yang BERIMAN
  3. Orang yang BERDOA


Therapeutic dose:
Unlimited



Adverse effects:
NONE :)






Penulis:

Nurul Amira Mohd Noor
Pelajar Perubatan Tahun 5
Medical University of Warsaw

Kisah ini tentang aku





“ Kisah ini tentang aku, aku dan aku. Dalam hidup ini, akulah tujuan hidup aku. Sekarang, aku bahagia dengan hidup aku yang bermatlamatkan aku ini. Apa yang aku buat, apa yang aku lakukan, aku akan pastikan, aku puas hati, gembira dan rasa bangga. Sekali lagi, diri aku yang penting. HAHAHAHA!!!”

Tersenyum. Gadis itu tersenyum. Dia teringat akan kisah hidupnya yang bermatlamatkan diri sendirinya itu. Sejak kecil, dia dimanjai, dibelai oleh ibu bapanya. Segala kemahuannya, segala permintaannya dituruti. Tidak pernah di bangkang, tidak pernah dikecewakan, apatah lagi dengan kemewahan yang dilimpahi bertali arus bagai sungai yang mengalir. “Astaghfirullah, ampunkan aku Ya Allah”,bermonolog gadis itu sendirian.Setitis air mengalir dari kelopak matanya.

Teringat suatu ketika, saat yang mengubah hidupnya. Peristiwa itu berlaku baru sahaja setahun yang lalu. Ada seorang insan, Maisarah hadir dalam hidupnya. Baginya, gadis itu pelik. Sangat pelik. Bukan kerana pakaiannya yang bertudung labuh, bertutup litup yang bagi pemikirannya, “Kolot sangat la Maisarah tu!”, tapi kerana gadis itu tidak pernah berputus asa mendekatinya. Rakan-rakan lain tiada seorang pun yang mendekatinya kerana dek perangai ‘puteri’nya yang pantang dengan perkataan ‘tidak’,’tak boleh’,’tak sengaja’. Oh,pantang sekali didengari, pasti dimaki hamunnya dihadapan sesiapa pun.
Maisarah itu pun sudah berapa kali dimarahinya. Tetapi Maisarah itu tidak pernah menjauhi tetapi malah terus mendekati. Tidak berputus asa sama sekali. Disebabkan kesungguhan Maisarah itu, timbul perasaan ingin menguji gadis bertubung labuh ini. Mungkin selepas ini, Maisarah akan menjauhi. Tiada lagi kelibat yang menyesakkan diri!

Saatnya tiba. Gadis itu menunggu di sebelah pintu masuk dewan kuliah , bersedia untuk meletakkan sebelah kakinya dihadapan  Maisarah supaya  Maisarah terjatuh. Tidak cukup lagi, sebelum itu akan sengaja ditumpahkan bubur kacang di atas lantai pintu masuk itu. Rancangannya, Maisarah akan tersadung lalu terjatuh di atas bubur kacang itu. Pasti muka Maisarah ‘tertepek’ dengan bubur kacang itu dan akan membuat semua pelajar tertawa. Senyuman sinis terukir.

Rancangan bermula. Maisarah tersadung, rancangannya berjaya! Namun, tanpa diduga, Maisarah berpaut padanya saat mahu terjatuh dan kedu-duanya jatuh di atas lantai yang beralaskan bubur kacang itu. Habis muka dan baju mereka. Semua pelajar yang berada di dalam dewan terdiam seketika, namun disambung dengan gelak tawa oleh pelajar lelaki. Gadis itu malu! Malu yang teramat! Rancangannya gagal dan dipendam rasa dendam pada Maisarah. “Tak guna punya Maisarah!! Jatuhlah sendiri, nak berpaut pada aku konon. Sengaja la tu!”, jeritnya marah,geram yang teramat sangat.

Lantas gadis itu berlalu ke bilik Maisarah. Disepahkan, dicarikkan, di teraburkan seluruh barangan di bilik Maisarah. Dilemparkan buku-buku Maisarah. Dipecahkan segala botol kaca hiasan di bilik Maisarah. Dikoyaknya cadar Maisarah. Digapainya kotak-kotak di atas almari, dibuka, disepahkan segalanya. Gadia itu masih dihantui perasaan amarah dendamnya. Sampai satu ketika, tangannya cuba untuk menggapai sebuah kotak kecil yang berada di atas hujung almari. Diambilnya kerusi, lalu dipanjat untuk mencapai kotak kecil berwarna merah jambu itu. “Tak akan aku biarkan sedikit pun barangmu Maisarah berada di tempat asalnya!”, kata gadis itu dengan mimik muka sinis.

Ahah! Akhirnya, berjaya dicapai. Lalu dihempaskan ke lantai. Kotak tersebut terbuka dan terkeluar sebuah buku yang juga dibalut rapi berwarna merah jambu. Ditampal sebuah nota di atas buku tersebut, “Untuk sahabatku,Umairah Selamat Hari Jadi Sahabatku, Umairah. Bukalah dan bacalah. Kau akan ketemu cinta sejati yang abadi. Daripada Maisarah yang sentiasa menyayangimu”.

Sebelum sempat gadis itu mahu membuka helaian buku itu, Maisarah tiba biliknya. Akibat terlalu terkejut dengan keadaan bilinya, Maisarah pengsan. Kebetulan ketika itu, rakan bilik Maisarah, Alia sampai. “Maisarah!!”, jerit Alia. Alia terus memanggil rakan-rakan yang berdekatan untuk membantunya memikul Maisarah.  Seketika, terdengar bunyi ambulans. Gadis itu pun menjengah keluar tingkap, dilihat Maisarah diusung ke dalam ambulans dan dibawa pergi. Terukir senyuman sinis dibibirnya. Tiada rasa bersalah sedikit pun. Puas, terasa sangat puas. Dendamnya terhadap Maisarah terlerai. Lalu gadis itu berlalu ke biliknya sambil membawa buku merah jambu tersebut. Dia pun terlena seketika.

Malam yang hening dan sunyi. Gadis itu terbangun. Entah kenapa, terus teringat akan buku merah jambu Maisarah itu. Buku itu terus dibuka dan ayat pertama yang dibaca, “Dan kembalilah kamu kepada TuhanMu dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu,kemudian kamu tidak dapat ditolong”.Hatinya sentap. Tanpa disedari, air matanya mengalir. Sambil itu, hatinya dibasahi perasaan takut ,sedih, sakit, sesal. Sesal dengan segala perbuatannya selama ini. Jauh, segalanya jauh daripada Tuhan. Bukan seperti yang dinyatakan di dalam ayat tadi. Berbisa sekali, dirinya tertampar.

Barulah kini dia sedar bahawa buku berwarna merah jambu itu sebenarnya adalah Al-Quran. Tidak pernah sebelum ini dia memegangnya apatah lagi membacanya. Hanya diletakkan di atas almari tinggi dipenjuru bilik dirumahnya. Entah apa yang terjadi dengan Al-Quran itu, dia tidak pernah ambil peduli. Digunakan sekadar untuk menjadi pelindung di rumah daripada dimasuki hantu. Itulah kata ibu bapanya mengapa perlu Al- Quran di dalam biliknya.

Tiba-tiba, gadis itu terus teringatkan Maisarah. Dia terus berlalu ke bilik Maisarah. Tiada sesiapa di situ dan gadis itu terus menghubungi Alia untuk mendapatkan kepastian tentang keadaan Maisarah. Namun tidak diangkat. Berkali-kali dicuba. Gagal. Tidak lama kemudian, satu SMS dikirim oleh Alia yang tertulis, “Assalamualaikum, Umairah. Aku tidak dapat menjawab panggilanmu kerana aku terlalu sebak. Terlalu sebak kerana Maisarah sudah pergi. Dia menghidap penyakit lemah jantung. Kali ini, dia tidak dapat bertahan. Dia berpesan suruh aku katakana padamu, dia menyayangimu dan memaafkanmu dunia dan akhirat”. Umairah terasa lemah, daripada berdiri, terduduknya terkulai layu di atas lantai. Menangis dan terus menangis. Menyesal, teramat menyesal. Jiwanya meronta, tidak dapat dikawal lagi. Di tangannya tergengam erat Al-Quran merah jambu pemberian Maisarah untuknya.

“Umairah!”,sapa Alia. Terkejut gadis itu. Tersedar daripada lamunannya yang dalam itu. “Kenapa kau menangis?”,tanya Alia sambil terus menggemgam tangan Umairah. “Aku teringat saat aku bersama Maisarah.Teruknya aku sampai menyebabkan Maisarah meninggal dunia.Sampai sekarang perasaan menyesal itu masih belum hilang”. “Umairah, hidayah Allah itu milik Allah. Dia memberikan hidayahNya kepadamu melalui peristiwamu bersama Maisarah. Hargai hidayah itu. Suburkannya dalam jiwamu. Maisarah redha dengan takdirnya disambut Ilahi ketika itu. Dia tidak sedikitpun menyalahkanmu. Tabahkanlah hatimu wahai sahabat. Sesungguhnya Allah menyayangi kita semua”,pujuk Alia. Alia menarik tangan Umairah sambil berkata, “Mari, kita baca ayat-ayat cintaNya. Dengan mengingatiNya hati kita pasti akan menjadi tenang. Dia tidak pernah memungkiri janji”. Umairah tersenyum dan menyambut ajakan Alia. Di tangannya tergengam erat sebuah buku merah jambu bernama Al-quran.

Teringat akan nota Maisarah, , “Untuk sahabatku,Umairah.Selamat Hari Jadi Sahabatku, Umairah. Bukalah dan bacalah. Kau akan ketemu cinta sejati yang abadi. Daripada Maisarah yang sentiasa menyayangimu”.Alhamdulillah, kini Umairah sudah memahami isi nota Maisarah itu. Cinta sejati, cinta yang abadi itu adalah cinta antaranya dan Ilahi. Semoga kita akan ketemu lagi Maisarah di syurga nan abadi.






Tamat.

Penulis:

Cahaya (nama pena)
Pelajar perubatan tahun 4




Dec 4, 2012

SANG BUDIMAN



Assalamualaikum..


Di  UIA gombak..di kedai runcit..Alia membawa satu buku nota bersama camera DSLRnya ..Tengah Alia hendak membayar di kaunter..Tiba-tiba buku notanya terjatuh...

Saudara:(tolong angkat buku nota Alia )

Alia:terima kasih..

Cashier: rm 13.20 dik..

Alia:(memberikan rm 13 dan beranggapan dia mempunyai syiling 20 sen di dalam begnya..setelah mencari,rupa-rupanya dia tidak mempunyai syiling tersebut..lalu Alia mengeluarkan duit rm 10) takde duit kecik akak..

Saudara:takpe,ambik duit ni..

Alia: (terkejut,dan tiada patah perkataan yang keluar dari mulutnya,namun hatinya berdoa moga Allah membalas kebaikannya)







Dalam hidup ini kita banyak mengambil remeh tentang kebaikan..Kadang-kadang kita rasa bukan kita yang perlu buat kebaikan itu,sebagai contoh apabila kita tengok orang buta hendak melintas,kita pandang sebelah mata sahaja..Dalam hati kita cakap,`dia bukan sedara aku,buat apa nak tolong.’..Kita seakan-akan angkuh dan tidak pernah merasakan itu adalah tanggungjawab kita untuk menolong orang tersebut,apatah lagi jikalau si fulan itu Islam..Semua orang Islam itu adalah bersaudara dan kita perlu menyayangi satu sama lain..

Jadi cerita di atas ini menjadi contoh betapa kadang-kadang kebaikan yang kecil boleh memberi impak yang besar dalam diri seseorang..Tambahan lagi selalunya manusia akan selalu ingat orang yang telah berbudi padanya sewaktu mereka dalam keadaan susah,jadi jangan pernah memandang enteng setiap bentuk kebaikan kerana boleh jadi sesuatu yang kecil dan tidak bermakna bagi kita adalah sesuatu yang penting dan besar maknanya pada orang lain..



Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Maka ia tidak akan menzalimi dan membiarkannya (menderita)." (Hadith Riwayat Imam Al-Bukhari)

even if my life is just a single drop,every drop of water leaves ripples-quoted

sekian,terima kasih..

PENULIS:

NURHAFISZA ABDUL HAMID
PELAJAR PERUBATAN TAHUN 3
MEDICAL UNIVERSITY OF WARSAW








Asas-asas Islam: Fasal 4



Bab 4 - Iman secara terurai


Sebelum kita teruskan dengan bab yang keempat, marilah sama-sama kita melihat kembali beberapa info penting yang telah kita ketahui dalam bab-bab yang sebelumnya.

Pertama:  Sememangnya telah terang lagi bersuluh bahawa agama Islam itu adalah taat akan Allah ta’ala, mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan jalan untuk manusia mengenal Allah dan syariat-syariat-Nya adalah melalui Nabi-Nabi yang diutuskan oleh-Nya.

Kedua: Allah mengutuskan para nabi kepada umat manusia di muka bumi ini mengikut ketentuannya. Islam hakikatnya adalah hanya satu dan diturunkan kepada semua ummat manusia,namun terdapat perbezaan dari segi pensyariatan dalam hukum dan cara ibadah sesuai dengan keadaan ummat ketika itu.

Ketiga: Pengutusan Nabi Muhammad s.a.w sebagai nabi terakhir adalah sebagai menyempurnakan pengajaran islam yang diturunkan-Nya kepada seluruh ummat manusia.Tiada lagi nabi dan syariah lain sesudah kewafatan baginda s.a.w.


Iman akan Allah

Apakah perkara yang paling penting yang dibawa dan cuba disampaikan oleh Nabi Muhammad s.a.w kepada ummat manusia?

Ya, betul! Kalimah LA ILAHA ILLALLAH (Tiada tuhan melainkan Allah). Inilah yang cuba disampaikan oleh baginda s.a.w kepada ummat manusia. Dan untuk memahami maksud kalimah ini,sudah semestinya kita harus mengetahui apa yang diertikan dengan perkataan ‘tuhan’ itu sendiri.Tuhan bermaksud:

- Yang berhak diibadati ( Yang kerana kebesaran, kemuliaan-Nya  dan ketinggian darjat-Nya,patut diibadati oleh semua manusia)

-Yang pada-Nya berkumpul segala kekuatan.Tidak berhajat kepada sesuatu,malah semua orang berharap pada-Nya dalam seluruh kehidupan mereka.

-Yang terlindung kepada manusia. Manusia tidak mengetahui akan Zat-Nya
Oleh itu,maksud ‘Tiada tuhan melainkan Allah’ ialah , tiada satupun di dalam alam ini yang layak diibadati manusia,yang patut disujudi dengan taat dan diberi pengabdian sepenuhnya melainkan Allah. Tiada pemilik dan pengatur melainkan Allah s.w.t. Semua makhluk berharap dan memohon pertolongan daripada-Nya, dan Zat-Nya tidak dapat dicapai oleh pancaindera manusia yang lemah.


Hakikat tiada tuhan melainkan Allah
Manusia itu diciptakan dengan sifat-sifat kehambaan yang sememangnya jika kita fikirkan memang bersifat lemah dan hanya bergantung kepada Pencipta-Nya, Allah s.w.t. Anda tak percaya?Buktinya,manusia itu tidak dapat memastikan bahawa apa yang diingininya akan dia dapat pada setiap masa. Mungkin terkadang dia mendapat apa yang dihajatinya,namun tidak pada masa yang lainnya.Berlakunya sesuatu dan terhindarnya sesuatu bukanlah dalam bidang kuasa  manusia.

Dan disebabkan hal inilah, timbul perasaan dalam diri manusia bahawa dia adalah lemah dan berharap dan berhajat kepada sesuatu kuasa lain.

Dalam buku ini, diceritakan beberapa peringkat kejahilan manusia dalam perjalanan mencari Penciptanya.Bermula dengan peringkat yang begitu jahil manusia itu sedikit demi sedikit belajar dan memperbaiki kejahilannya itu melalui petunjuk yang dikurniakan Allah kepadanya.

Pada peringkat pertama,manusia itu jahil dan menyangka bahawa benda-benda yang dilihatnya, yang berada di sekelilingya dapat memberikan manfaat dan mendatangkan mudarat padanya. Contohnya seperti binatang buas, matahari, hujan ,sungai,gunung-ganang  dan lain-lain lagi.Lalu,disembahnya ‘benda-benda’ tersebut. 

Namun, apabila manusia itu kembali memerhatikan  sifat-sifat ‘benda’ yang mereka sembah itu ,mereka sedar bahawa ‘benda’ tersebut juga sebenarnya tidak kurang dengan sifat-sifat kehambaan. Mereka turut tunduk dan patuh pada kuasa lain. Disini, timbullah pula dalam fikiran manusia bahawa segala benda yang ada di alam ini sebenarnya melaksanakan tugasnya dan berpegang kepada suatu kuasa yang mengatur dan memiliki kekuatan.

Manusia kemudiannya mempercayai pula akan kewujudan berbilang tuhan yang mereka sangka pada setiap tuhan itu ada tugas-tugasnya yang tersendiri. Contohnya, tuhan angin , tuhan air, tuhan udara dan banyak lagi. Lalu,mulalah manusia menyembah kepada tuhan-tuhan yang pelbagai itu. Namun sekali lagi apabila melihatkan kepada betapa sempurnya pengaturan dan ketetapan-ketetapan alam ini, manusia terpaksa mengakui bahawa tidak mungkin akan ada tuhan yang berbeza-beza , kerana jika tidak pastilah berlaku perselisihan antara satu sama lain antara tuhan-tuhan tersebut. Akan ada tuhan yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dan lebih penting dari tuhan yang lain. Itu sungguh tidak masuk akal!

Lalu, mengertilah manusia bahawa hanya ada satu tuhan yang Esa, yang menguasai dan mentadbir suluruh alam ini,yang pada terkumpul segala kekuasaan dan kekuatan, iaitu Allah s.w.t. Itulah hakikatnya tiada tuhan melainkan Allah s.w.t .


Kesan Aqidah tauhid bagi kehidupan manusia

Kalimah tauhid ‘LA ILAHA ILLALLAH’(Tiada tuhan melainkan Allah) ini, haruslah kita fahami sedalam-dalamnya dengan hati kerana sekiranya hanya diucapkan sahaja tanpa mengetahui maknanya, ianya tidak akan mendatangkan apa-apa kesan dalam kehidupan seseorang manusia itu.

Sekarang, mari kita sama-sama melihat implikasi aqidah tauhid ini dalam kehidupan manusia.

-Manusia yang beriman dengan kalimah tauhid ini,tidak akan mempunyai fikiran yang sempit. Bahkan ia menjadi orang yang berpandangan luas dalam apa hal sekalipun.

-Kepercayaan terhadap kalimah tauhid ini juga membantu membina kemurnian dan kemuliaan jiwa dalam diri manusia itu. Mana tidaknya, ‘iktikad mereka bahawa hanya Allah s.w.t lah yang berhak disembah telah  membuktikan kemurnian jiwa mereka.Segala pergantungannya disandarkan pada Allah s.w.t dalam menentukan kehidupannya sehari-hari.Tidak sesekali ia mengalami putus asa dan patah hati dalam setiap apa yang dilaluinya dalam kehidupan kerana ia percaya akan ketetapan dan penyusunan-penyusunan Allah s.w.t. Hanya perasaan tenang dan tenteram yang mengiringi hari-hari mereka.
Seronok bukan?!

-Manusia yang mengimani kalimah ini juga tidak akan bersifat dengan sifat-sifat yang tidak baik contohnya seperti angkuh dan takabbur. Ia takut untuk berperasaan dan berkelakuan seperti itu kerana ia sedar akan kedudukan kehambaannya. Hanya sifat tawadhu’ yang disemai dalam diri mereka.Allah mengangkat  darjat mereka dan menanamkan kebaikan-kebaikan dalam diri mereka.

-Kalimah tauhid ini juga akan mendorong manusia untuk memenuhi jiwa dan raganya dengan sifat keberanian. Manusia itu lemah keazamannya kerana dua perkara, pertama ialah kerana kecintaannya kepada diri sendiri,harta dan keluarga dan yang kedua ialah dek kerana ‘iktikadnya bahawa ada kuasa selain Allah yang boleh mematikan manusia dan berkuasa menolak kematian dari dirinya dengan sesuatu cara.

-Dan yang paling penting sekali,kalimah tauhid ini menjadikan manusia itu terikat kepada undang-undang Allah dan berusaha  memelihara undang-undang itu di atas muka bumi ini. Mereka tidak akan sewenag-wenangnya melakukan sesuatu tanpa mengambil kira pandangan dan syariat Allah.


Iman akan malaikat

Beriman kepada malaikat adalah salah satu perkara yang diajarkan baginda nabi Muhammad s.a.w. Bukanlah saja-saja aspek ini ditekankan oleh nabi Muhammad s.a.w  kepada kita. Kita semua sudah maklum bagaimana orang-orang musyrikin itu menyekutukan Allah dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. 

Mereka menganggap malaikat-malaikat ini adalah zuriat Allah.Oleh itu, beriman kepada malaikat,yakni percaya akan malaikat itu diajarkan baginda kepada kita tidak lain tidak bukan adalah untuk memastikan kalimah tauhid (La ilaha illallah) yang telah kita ‘iktikadkan itu suci  dan bersih dari segala perkara syirik dan yang sewaktu dengannya.

Siapa sebenarnya malaikat? Malaikat itu adalah makhluk Allah yang mulia,suci daripada kesalahan dan dosa,diciptakan untuk mengabdi,taat dan patuh kepada Allah . Mereka bersungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya ,tidak sesekali mendurhakai-Nya dan tidak langsung mempunyai kuasa meskipun terhadap diri mereka sendiri. Oleh itu,sangatlah menghairankan apabila ada segelintir manusia yang bertindak menyembah dan meminta pertolongan daripada malaikat walhal di awal penciptaan manusia itu sendiri,Allah telah pun menyuruh malaikat itu bersujud kepada Adam .

Tidak banyak yang kita tahu mengenai malaikat melainkan apa yang telah diterangkan Allah s.w.t dalam al-quran dan dalam hadis-hadis yang ditinggalkan oleh baginda s.a.w. Namun, sebagai seorang islam, kita disuruh untuk mengimani akan kewujudan malaikat berserta dengan sifat-sifatnya yang kita ketahui. Dan sememangnya tiada alasan bagi seorang muslim untuk  tidak mengimani hal ini kerana ianya dibawa dan disampaikan oleh nabi Muhammad s.a.w yang benar dan dibenarkan.

InsyaAllah,itu sahaja buat kali ini. Moga bermanfaat insyaAllah.

Wallahu’alam.





Penulis:
Aiman Nor Nasarudin
Pelajar Perubatan Tahun 4
Medical University of Warsaw